Rabu, 22 Oktober 2014

Profil Singkat SMKN1 Purwosari

Profil Singkat SMKN 1 Purwosari

SMK Negeri 1 Purwosari merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki visi untuk membentuk tamatan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki budi pekerti luhur, ketrampilan, berdaya saing tinggi dan berwawasan lingkungan. SMK Negeri 1 Purwosari berdiri pada tahun 2000 terletak di desa Purwosari, tepatnya Jl. Raya Purwosari Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Secara geografis SMK Negeri 1 Purwosari terletak di wilayah barat Kabupaten Pasuruan, berbatasan dengan Kabupaten Malang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Dengan posisi yang strategis tersebut, sangat memungkinkan bagi SMK Negeri 1 Purwosari untuk merekrut siswa dari segala penjuru, mengingat keberadaanya yang mudah dijangkau dengan kendaraan umum serta berada di jalur utama menuju ke Pasuruan, Malang dan Surabaya.

Jumat, 17 Oktober 2014

Sanggar Seni Jayakusuma Tengger

Sanggar Seni Jayakusuma Tengger

Tahukah kalian bahwa dibalik keindahan alamnya Gunung Bromo memiliki sebuah cerita tentang pengorbanan seorang anak demi orangtuanya? Dia adalah anak dari Joko Seger & Roro Anteng yang bernama Jaya Kusuma. Tapi kami disini bukan untuk memberikan cerita yang konon menjadi asal mula suku Tengger itu, melainkan tentang sebuah sanggar seni yang bernama Sanggar Seni Jaya Kusuma Tengger.

Masyarakat Tengger dan segala budayanya selalu menarik untuk diselami lebih dalam. Termasuk legenda yang terus mereka pegang erat sebagai identitas suku Tengger, apalagi kalau bukan legenda Joko Seger dan Roro Anteng. Legenda ini juga merupakan awal mula upacara adat Tengger yang utama, yaitu Upacara Kasodo yang diadakan di kawah Gunung Bromo.

Tahun lalu, dalam pembukaan Bromo Marathon 2013 yang digelar di pendopo agung desa Wonokitri, Kecamatan Tosari yang dekat dengan penanjakan Bromo, digelar sebuah pagelaran tari dan teater yang mengangkat lakon Joko Seger dan Roro Anteng. Pagelaran ini sungguh luar biasa, baik dari segi koreografi, dialog, musik, dan tentunya akting dari para pemain.

Pagelaran tersebut dibawakan oleh Sanggar Tari Jaya Kusuma yang dimiliki oleh Yayasan Baithani Tengger. Para pemain sebagian besar adalah pelajar di SMP-SMA Baithani Tutur, Baithani Mororejo dan Baithani Tosari. Ini adalah cara unik untuk mengembangkan potensi siswa-siswinya sekaligus mengangkat budaya suku Tengger.

Sanggar Tari yang beralamat di Dusun Gemaya Desa Mororejo Kecamatan Tosari ini juga pernah ditunjuk oleh Kemendikbud Kabupaten Pasuruan untuk tampil di TMII pada bulan Oktober 2013 dengan membawakan lakon Joko Seger & Roro Anteng. Kemudian pada bulan Juni 2014, beberapa dari mereka bersama dengan Sanggar Tari Dwija Laras dari SMPN 6 Kediri mewakili Jawa Timur dalam acara 'Duta Seni Pelajar Se- Jawa, Bali & Lampung' yang digelar di Bandar Lampung, tepatnya di depan kantor Gubernur Lampung. Disana mereka membawakan lakon Sangga Langit Patembaya.

Sekian dari kami dan semoga dilain waktu kami dapat memberikan cerita tentang pengorbanan Jaya Kusuma yang dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Hong Ulun Basuki Langgeng (Semoga selamat selalu tercurah).

dan mereka adalah teman-teman saya

Alasan Mistis Soekarno Pilih 17 Agustus 1945


17 Agustus 1945 merupakan waktu yang sakral bagi bangsa Indonesia. Saat itu, Presiden RI pertama, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang sekaligus menjadi tonggak baru perjalanan bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku itu.

Berbekal secarik kertas yang berisi tulisan tangan naskah proklamasi, Bung Karno dengan didampingi Moch Hatta, mengumandangkan proklamasi tanda lepasnya bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing.

Namun, pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai waktu dibacakannya proklamasi bukanlah tanpa alasan. Dalam buku Samudera Merah Putih 19 September 1945, Jilid 1 (1984) karya Lasmidjah Hardi, diceritakan alasan Presiden Soekarno memilih tanggal 17 Agustus sebagai waktu proklamasi kemerdekaan salah satunya adalah karena Bung Karno mempercayai mistik.

Alasan itu disampaikan Bung Karno saat berdiskusi dengan para pemuda, salah satunya adalah Sukarni, pada 16 Agustus 1945. Saat itu Bung Karno dan Bung Hatta 'diculik' oleh kaum pemuda ke sebuah tempat di Rengasdengklok, Karawang.

'Penculikan' itu dilakukan untuk menekan kedua proklamator itu agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa ada embel-embel Jepang.

"Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17," kata Bung Karno.

Mendengar pernyataan Bung Karno, Sukarni lantas bertanya. "Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?" tanya Sukarni.

Bung Karno lantas menjelaskan alasannya memilih tanggal 17 sebagai waktu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

"Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Alquran diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia," kata Soekarno seperti ditulis Lasmidjah Hardi.

Kemudian pada sore harinya, Bung Karno dan Bung Hatta dijemput kembali menuju Jakarta, setelah tercapainya kesepakatan antara golongan muda dan tua. Saat itu, salah seorang perwakilan golongan tua, Ahmad Soebardjo memberikan jaminan kepada, proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.

Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya kembali ke Jakarta. Singkat cerita, setelah melewati sejumlah proses dan peristiwa, kumandang proklamasi akhirnya diproklamirkan Bung Karno di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB.

Digimon Xros Wars

Digimon Xros Wars Digimon Xros Wars adalah season ke-6 dari anime digimon. Season ini menceritakan tentang petualangan seorang anak bernama Kudou Taiki, bersama dengan sahabatnya sejak kecil yang usianya setahun lebih muda, Hinamoto Akari dan juga orang yang mengaku sebagai rival Taiki didunia digital, Tsurugi Zenjirou bersama para digimon tim Xrosheart di dunia digital.
Taiki adalah anak yang tidak bisa diam saat melihat orang lain kesulitan. Sampai akhirnya dia mendengar sebuah suara yang meminta tolong kepadanya. Ternyata itu adalah Shoutmon yang sedang sekarat. Setelah menyelamatkannya mereka memasukki sebuah dunia aneh.
Mereka bertarung bersama digimon Xrosheart yaitu, Shoutmon, Ballistamon, Dorulumon, Beelzebumon, Starmon & Pickmonz, Cutemon, Dondokomon dkk. Mereka juga bertemu dengan Tim Blue Flare yang dipimpin oleh Aonuma Kiriha dengan partnernya, MetalGreymon(versi Xros Wars). Mereka bertempur melawan pasukan Bagra dan juga Tim Twilight (Amano Nene, Sparrowmon, 3 Monitormon, DarkKnightmon, dkk.)
Dalam bertarung mereka menggunakan kekuatan XrosLoader(disebut para fans sebagai digivice generasi keenam). Di season ini tidak ada lagi sistem evolusi(shinka), diganti dengan DigiXros yaitu menggabungkan satu digimon dengan digimon lain. Mereka dan pasukan Bagra memperebutkan sebuah benda yaitu Code Crown yang ada dimasing-masing zone.
Setelah episode 30, sistem evolusi kembali muncul saat pertarungan Shoutmon dan Tacticmon di dunia manusia. Shoutmon menggunakan kekuatan dari digimon legendaris, Omegamon untuk berevolusi(disebut cho-shinka) menjadi OmegaShoutmon. Setelah pertarungan itu Taiki kembali ke dunia digital yang ternyata sudah berubah total dan terdiri dari 7 Pulau.
Kemudian mereka memulai season baru yang berjudul Digimon Xros Wars: Evil Death Generals and The Seven Kingdom. Dalam season ini, Blue Flare dan Twilight(kecuali DarkKnightmon) bergabung dengan XrosHeart. Ternyata adik dari Nene, Amano Yuu menjadi bawahan pasukan Bagra dan berpartner dengan Damemon (cho-shinka menjadi Tuwarmon). MetalGreymon juga berhasil melakukan cho-shinka menjadi ZeedGreymon. Taiki dan Kiriha juga mendapat kekuatan DoubleXros yang dilakukan kepada OmegaShoutmon dan ZeekGreymon sehingga menghasilkan Shoutmon DX. Nene juga bertemu dengan Mervamon.
Dalam season ini 7 Pulau/kerajaan itu dipimpin oleh para Death General (Dorbickmon, NeoVamdemon, Zamielmon, Splashmon, Olegmon, Gravimon, dan Apollomon). Dalam pertarungan ini, Damemon akhirnya mati dalam peperangan Barathayudha melawan XrosHeart dan Yuu memihak kepada Taiki dkk.
Dalam pertarungan terakhir, XrosHeart melawan DarknessBagramon, XrosHeart mendapatkan kekuatan GreatXros untuk menggabungkan OmegaShoutmon, ZeedGreymon, Ballistamon, Dorulumon, Starmon&Pickmonz, Sparrowmon dan semua digimon didunia digital menjadi Shoutmon X7 Superior Mode dan mengalahkan DarknessBagramon. Kedua dunia kemudian menjadi damai
Kemudian Xros Wars berlanjut pada Digimon Xros Wars II: Toki Wo Kakeru Shounen Hunter-tachi yang akan saya bahas lain waktu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons