
Tahukah kalian bahwa dibalik keindahan alamnya Gunung Bromo memiliki sebuah cerita tentang pengorbanan seorang anak demi orangtuanya? Dia adalah anak dari Joko Seger & Roro Anteng yang bernama Jaya Kusuma. Tapi kami disini bukan untuk memberikan cerita yang konon menjadi asal mula suku Tengger itu, melainkan tentang sebuah sanggar seni yang bernama Sanggar Seni Jaya Kusuma Tengger.
Masyarakat Tengger dan segala budayanya selalu menarik untuk diselami lebih dalam. Termasuk legenda yang terus mereka pegang erat sebagai identitas suku Tengger, apalagi kalau bukan legenda Joko Seger dan Roro Anteng. Legenda ini juga merupakan awal mula upacara adat Tengger yang utama, yaitu Upacara Kasodo yang diadakan di kawah Gunung Bromo.
Tahun lalu, dalam pembukaan Bromo Marathon 2013 yang digelar di pendopo agung desa Wonokitri, Kecamatan Tosari yang dekat dengan penanjakan Bromo, digelar sebuah pagelaran tari dan teater yang mengangkat lakon Joko Seger dan Roro Anteng. Pagelaran ini sungguh luar biasa, baik dari segi koreografi, dialog, musik, dan tentunya akting dari para pemain.
Pagelaran tersebut dibawakan oleh Sanggar Tari Jaya Kusuma yang dimiliki oleh Yayasan Baithani Tengger. Para pemain sebagian besar adalah pelajar di SMP-SMA Baithani Tutur, Baithani Mororejo dan Baithani Tosari. Ini adalah cara unik untuk mengembangkan potensi siswa-siswinya sekaligus mengangkat budaya suku Tengger.
Sanggar Tari yang beralamat di Dusun Gemaya Desa Mororejo Kecamatan Tosari ini juga pernah ditunjuk oleh Kemendikbud Kabupaten Pasuruan untuk tampil di TMII pada bulan Oktober 2013 dengan membawakan lakon Joko Seger & Roro Anteng. Kemudian pada bulan Juni 2014, beberapa dari mereka bersama dengan Sanggar Tari Dwija Laras dari SMPN 6 Kediri mewakili Jawa Timur dalam acara 'Duta Seni Pelajar Se- Jawa, Bali & Lampung' yang digelar di Bandar Lampung, tepatnya di depan kantor Gubernur Lampung. Disana mereka membawakan lakon Sangga Langit Patembaya.
Sekian dari kami dan semoga dilain waktu kami dapat memberikan cerita tentang pengorbanan Jaya Kusuma yang dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Hong Ulun Basuki Langgeng (Semoga selamat selalu tercurah).
dan mereka adalah teman-teman saya


20.50
Ezu
0 Comments:
Posting Komentar